Dengar suara sound check, fans VAMPS bergemuruh


Belum lagi VAMPS tampil di atas panggung, penonton Hyper Wave Festival 2013 sudah berteriak memanggil-manggil sang idola. Di hari kedua gelaran tersebut VAMPS menjadi penampil yang paling ditunggu-tunggu.

Baru terdengar suara hentakkan pukulan drum atau lengkingan senar gitar, serentak penonton langsung mengacungkan dua jari berbentuk V yang menjadi simbol para fans menyambut band idola mereka. Padahal semua itu baru sekedar sound check.

Teriakan VAMPS pun membahana seantero venue konser. "VAMPS, VAMPS, VAMPS..," teriak penonton kompak bersamaan di Lapangan Parkir Kolam Renang Senayan Jakarta, Jumat (29/11) malam.

Ini kali pertama band yang digawangi oleh HYDE (vokal), K.A.Z (gitar), Ju-ken (bass), Arimatsu (drum) dan Jik (Keyboard) tampil di Jakarta. Bahkan hanya di Jakarta khusus untuk Asia.

Tak hanya VAMPS, di hari kedua gelaran Hyper Wave Festival 2013 juga dihibur oleh penampilan 2 band dalam negeri. Pride sebagai band pembuka yang diteruskan dengan Pewe Gaskin.

VAMPS : Jakarta tidak kalah antusias dengan Chili


Tak sedikit negara yang sudah dijelajahi band rock VAMPS untuk menggelar konser. Negara Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa dan Asia tak luput disinggahi.

Dari sekian banyak tempat yang mereka singgahi, ternyata ada penonton konser di satu negara yang membuat mereka terkesan.

"Selama tur antusiasme yang paling besar itu di Chili. Sampai-sampai Polisi ikut turun. Saya kaget banget," ungkap HYDE sang vokalis di Hotel Sulthan Jakarta, Jumat (29/11).

Menurut K.A.Z, fans VAMPS di Jakarta pun tak kalah besar antusiasnya. Bahkan saat mereka tiba untuk meramaikan Hyper Wave festival 2013 hari kedua, polisi turut mendampingi.

"Chili, antusiasnya sangat tinggi. Jakarta juga nggak kalah. Saat datang, kita sampai didampingi polisi. Dan keadaan itu menyenangkan sekali," timpal K.A.Z.

Band rock Jepang Vamps berhasil "menggigit" Jakarta


Jakarta - Band rock Jepang Vamps tampil "menggigit" di hadapan ratusan penonton Hyper Wave Festival 2013, Jumat malam. Bila vampir dikenal sebagai makhluk penyedot darah, maka Vamps berhasil menyedot antusiasme para penggemarnya di Jakarta yang dituangkan menjadi 1,5 jam penampilan penuh stamina.

Belasan lagu dari band yang digawangi Hyde dari L'Arc~en~Ciel dan K.A.Z dari Oblivion Dust berhasil membuat para muda-mudi berjingkrak-jingkrak mengikuti hentakan musik rock di Lapangan Parkir Kolam Renang Senayan.

"Life on Mars", "Devil's Side", Samsara", "Ahead", "Angel Trip", versi cover dari Shampoo "Trouble", dan "Love Addict" dibawakan Vamps dengan penuh energi. Mereka pun menampilkan lagu bertempo lebih pelan seperti "Sweet Dreams", serta beberapa lagu encore seperti "Revolution".

Mereka semakin menggila saat melihat Hyde dan K.A.Z beraksi bagaikan makhluk imortal yang tidak mengenal lelah di panggung.

Hyde yang Januari mendatang genap berusia 45 tahun terlihat lebih muda dari umur aslinya. Dengan rambut gondrong dan topi fedora, pria bernama lengkap Hideto Takarai itu nyaris telanjang dada. Dia hanya mengenakan jubah hitam transparan yang memamerkan dada dan perut ratanya dipadu dengan celana sebetis berwarna senada.

Bila sedang tidak memainkan gitarnya, dia akan menyusuri sisi panggung dan berjoget meliuk-liukkan tubuhnya dengan semangat mengikuti irama lagu. Meski sebagian besar membawakan lagu rock yang menguras tenaga, pria yang pernah berakting dalam "Moon Child" itu tidak terlihat kesulitan. Suaranya tetap stabil dan merdu meski dia bernyanyi sambil melompat kesana kemari dengan pergantian lagu yang jedanya pendek.

"Dia masih kelihatan kayak umur awal 30an. Staminanya bagus banget, " kata Lescha Mayseeta (24) mengomentari penampilan penyanyi yang sudah berkarir selama dua dekade.

Pria yang tahun lalu menyambangi Jakarta bersama band L'Arc~en~Ciel itu sering menyapa penonton dengan bahasa Indonesia yang lebih mumpuni dibanding dulu. Tentu saja itu membuat penggemarnya menjerit-jerit senang.

"Selamat malam, kangen enggak?" tanya Hyde dalam bahasa Indonesia yang disambut histeris.

"Acaranya seru enggak? Gue juga? Lapar banget nih, mau makan penonton yang paling seru!! Dimana ya?" goda Hyde sambil melihat ke sekeliling penonton.

Dan nyaris semua orang mengajukan diri dengan mengacungkan telunjuk dan jari tengah membentuk "V".

K.A.Z yang mengenakan atasan hitam dengan celana senada tidak banyak berbicara. Pria yang baru pertama kali datang ke Indonesia itu berkomunikasi dengan penonton lewat lengkingan gitarnya di sepanjang lagu.

"Kalian senang? Aku juga. Aku ingin bertemu kalian lagi. Kalian mau bertemu aku lagi?" tutup Hyde.

Jumlah penggemar yang hadir memang tidak seberapa dibanding ribuan orang di konser perdana L'Arc~en~Ciel setahun silam, namun raut bahagia terlihat dari ekspresi kerumunan yang bubar usai Vamps berpamitan. Stamina para penonton yang "disedot" Vamps akibat heboh berjingkrakan diganti dengan seulas senyum puas.

"Gokil banget! Enggak menyesal bela-belain pulang kantor, terjebak hujan dan macet, tapi lihat senyum sumringah Hyde dan K.A.Z menyapa fans pakai bahasa Indonesia," ungkap Ades, salah satu penonton di bagian VIP.

"Hyde tambah bagus dan jadi gaul gitu dibanding tahun kemarin, yang jelas hari ini satu badan pasti sakit semua karena lompat-lompat dan headbang," tuturnya.

Dia pun memuji para penonton yang tidak rusuh meski ini adalah konser rock.

"Salut sama penonton cowok-cowoknya, kompak banget! Biar ini konser rock tapi enggak ada yang lebay dan semua menikmati performance dengan apik," imbuhnya.

Sementara itu, Adit Rahmawan (21) yang mengenakan kaos bertuliskan Vamps merasa malam ini penampilan keduanya tidak bercacat.

"Perfect banget, seperti yang mereka janjikan kemarin (saat promosi di sebuah stasiun televisi) kalau mereka akan tampil sempurna, dan ternyata memang sempurna."

Vamps, Band Jepang Ini Puaskan Penggemar di Jakarta


Band rock asal Jepang, Vamps, akhirnya berkunjung ke Jakarta. Band yang terbentuk sejak 2008 inipun tampil dalam Hyper Wave Festival 2013 dan sukses memuaskan seluruh penggemar dengan lagu-lagu andalan mereka.

Dalam konser yang digelar pada 29 November lalu tersebut, Vamps yang digawangi Hyde (L’Arc~en~Ciel) dan K.A.Z (Oblivion Dust) ini tampil penuh semangat selama sekitar 1,5 jam. Hyde, si vokalis yang usianya sudah 44 tahun ini terlihat begitu enerjik dan sangat menguasai panggung.

Aksi Hyde yang begitu maksimal mampu membuat seluruh penonton ikut bernyanyi atau sekadar bersorak. Tak hanya Hyde, K.A.Z sang gitaris pun tak kalah hebohnya saat beraksi di atas panggung. Tak ayal lagi, duo rocker ini sukses menghentak Jakarta dan membuat penampilan mereka menjadi yang tak terlupakan bagi para penggemar.

Tidak hanya bernyanyi dengan suara khasnya, Hyde yang  terlihat masih sangat muda ini juga beberapa kali menyapa penggemar dengan bahasa Indonesia.

    “Selamat malam, kangen enggak? Acaranya seru enggak?” ucapnya yang langsung disambut sorakan penonton.

Selama konser, Vamps sempat membawakan beberapa lagu hits yang tentunya sudah tak asing lagi di telinga fans mereka. Sebut saja Devil Side, Angel Trip, Love Addict, Sweet Dream, Revolution, Samsara, dan masih banyak lagi.

Rahasia Kesuksesan L'Arc~en~Ciel



Kehebatan seseorang bisa diukur dari kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan. Seperti yang kita ketahui, industri musik adalah sebuah bisnis yang fluktuatif. Inovasi harus dilakukan agar karya yang dihasilkan tidak terdengar membosankan.

Dengan kriteria di atas, dapat dikatakan bahwa L'Arc~en~Ciel adalah band J-rock yang hebat. Band yang namanya terinspirasi dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang secara harfiah berarti 'Pelangi' ini akan menggelar konser perdana mereka di Indonesia pada hari ini, 2 Mei 2012.

"Musisi memang harus tetap keep up dengan trend, namun tantangan yang sesungguhnya adalah meramu trend dangan karakter band sehinggga dapat menghasilkan kombinasi yang pas untuk penikmat musik"


"Pada dasarnya setiap band bisa membuat musik. Namun, kemampuan membuat musik saja tidak cukup. Sebagai musisi yang terjun ke dalam industri kreatif seharusnya juga memiliki kemampuan untuk menangkap trend," ucap Tetsuya.

Berkarya sejak tahun 1991 tentunya membuat L'Arc~en~Ciel dapat dikategorikan sebagai salah satu band yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Bahkan, semakin panjang umur mereka, semakin bertambah pula fans mereka. Ambil contoh di Indonesia saja, tidak sampai 5 menit setelah loket penjualan tiket online untuk konser L'Arc~en~Ciel dibuka tiketnya sudah habis. Hal ini menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk menyaksikan konser L'Arc~en~Ciel tergolong tinggi.

Selain itu, mereka juga pernah meraih rekor band dengan penjualan tiket tercepat di tahun 2006 untuk konser L' Anniversary di Tokyo Dome. Hanya dalam waktu dua menit, tiket konser mereka sudah habis terjual.

Hyde juga menambahkan bahwa kemampuan untuk menangkap trend saja tidak cukup, "Musisi memang harus tetap keep up dengan trend, namun tantangan yang sesungguhnya adalah meramu trend dengan karakter band sehingga dapat menghasilkan kombinasi yang pas untuk penikmat musik."

Tidak diragukan lagu bahwa L'Arc~en~Ciel adalah band yang mampu mengkombinasikan dua hal tersebut, sehingga mereka bisa bertahan, bahan cenderung berkembang di industri musik dunia.

L'Arc~en~Ciel Live in Paris 2008


Banyak kejadian unik di konser laruku pada tahun 2008 di paris kemarin, salah satunya tema konser itu sendiri. konser tsb bergaya pirates dengan panggung yg dihias Layar Kapal bajak laut di bagian belakangnnya, kostum yang dipakai Hyde pun bergaya ala JACK SPARROW di film pirates of the caribbean.

Kalau saya lihat Hyde spertinya cocok jika berperan sebagai jack sparrow di film pirates of the caribbean karna gaya dan gerakannya yang khas dan konyol itu bila sedang membawakan lagu.


Dengan aksi Hyde yang aktraktif dan lighting panggung yang menakjubkan penonton terbawa suasana seaakan lupa dengan hal yang lainnya, bahkan penontonpun ada yang sampai menangis. seperti konser" laruku yang sebelumnya di konser ini pun personil laruku memberikan banyak hal yang berbeda. salah satu kejadian yang paling mengejutkan adalah sewaktu ken terjatuh akibat ledakan kembang api, saat itu mereka akan membawakan lagu Seventh Heaven. pada saat opening lagu tsb dikejutkan dengan kembang api yang harusnnya memeriahkan suasana, tetapi salah satu kembang api mengenai tangan kiri Ken. Setelah terkena kembang api ken lalu tersungkur menahan kesakitan. lalu hyde, tetsu dan yukihiro bingung dan lagu pun di hentikan.


Setelah itu Ken dibawa ke belakang panggung untuk di rawat, Hyde, Tetsu dan Ken menunggu di belakang panggung dengan cemas berharap Ken baik" saja dan konser bisa di lanjutkan, sambil menunggu hyde sempat merokok, tidak lama kemudian akhirnya dia main kembali!, waktu dia kembali menyapa penggemarnya (mungki cuma ken yang punya kemampuan bahasa inggrisnya bagus), dan bilang bahwa dia baru selesai buang air besar dan ngeluarin pupnya 3 kali!!! kacau deh!!! haha~. Konser kembali dilanjutkan lagu Seventh Heaven kembali dibawakan.

Itu salah satu kejadian yang unik di konser L'Arc~en~ciel di paris. Oh ya, waktu membawakan lagu Stay Away juga menurut saya unik karena pertama lagu itu di bawain dengan posisi vokalis menjadi Tetsu dan Hyde di gitar, trus gak lama posisi pindah yang paling mengejutkan adalah Ken menjadi vokalis, trus udah itu Ken menuju ke Yukihiro dan yukihiro ngasihin stick drum ke Ken, lalu posisi vokalis digantikan oleh Yukihiro, jujur saya baru pertama kali melihat kalau Yukihiro nyayi wkkkkk

Usai konser, L'Arc~en~Ciel janji akan kembali ke Indonesia



JAKARTA: Konser band rock asal Jepang, L'Arc~en~Ciel ditutup dengan lagu “Niji” dan janji Hyde (vokalis) untuk datang lagi ke Indonesia.

“Terima kasih Jakarta, kami akan kembali, `matte` (tunggulah),” kata Hyde sambil melambaikan tangan sebelum menyanyikan lagu Niji di Lapangan D Senayan, Jakarta, Rabu malam (2/5).

L'Arc~en~Ciel tampil membawakan 19 lagu dalam konser `outdoor` yang berdurasi dua jam yang terdiri atas hits-hits mereka, antara lain “Ready Steady Go”, “Hitomi no Jyuunin”, “Fourth Avenue Cafe”, dan “Stay Away”.

Namun penonton yang berjumlah sepuluh ribu orang, berdasarkan tiket yang disediakan panitia dan habis terjual, bisa ikut bernyanyi bersama di hampir semua lagu.

Terlebih di saat-saat Hyde mengarahkan pengeras suaranya ke arah penonton, seperti saat mereka membawakan dalam lagu “Anata”.

Konser L'Arc~en~Ciel di Jakarta berjalan lancar meskipun beberapa kali sempat diguyur hujan dan penonton harus menunggu selama satu jam dari jadwal konser seharusnya dimulai, yakni pukul 19.00 WIB.

Namun para penonton tetap berdiri di tempat mereka masing-masing, “Apalah arti menunggu satu jam setelah menanti kedatangan mereka selama sepuluh tahun,” kata Rizky Ahmad (30) yang mengaku penggemar L'Arc~en~Ciel sejak sekolah menengah pertama.

Konser L'Arc~en~Ciel di Jakarta merupakan bagian dari rangkaian tur dunia mereka ke sebelas negara, yakni untuk menandai 20 tahun karier mereka di dunia musik.

Usai menggelar konser di Lapangan D Senayan, Jakarta, pada Rabu (2/1), Laruku akan melanjutkan turnya ke Seoul, Korea Selatan, pada 5 Mei.

Sebelum ke Jakarta, Laruku telah tampil di Singapura, Paris, London, New York, Taipei, Shanghai, Bangkok, dan Hongkong.

L'Arc~en~Ciel Sukses Besar Konser Di Madison Square Garden

Berita konser musisi Jepang yang menembus US dan tampil di Madison Square Garden, New York


[QUOTE] Grup band rock asal Jepang terkenal, L’Arc~en~Ciel pada Minggu (25/3) kemarin, baru saja sukses menggelar konser di Madison Square Garden, New York yang merupakan salah satu tempat yang dikunjungi dalam rangkaian konser tour dunia 20th L'Anniversary Concert – WORLD TOUR 2012.

Diberitakan oleh NY Daily Times, memang ini bukan pertama kalinya L’ARC~EN~CIEL tampil menghibur para penggemarnya di Amerika Serikat. Tapi ini merupakan pertama kalinya L’ARC~EN~CIEL membuat konser di venue utama Madison Square Garden, New York yang sekaligus menjadikan L’ARC~EN~CIEL sebagai musisi Jepang pertama yang membuat konser solo di tempat tersebut.

Kadang berpikir kapan musisi Indonesia bisa mendunia seperti ini

[QUOTE]Bukti popularitas L’ARC~EN~CIEL cukup besar di Amerika Serikat itu terlihat dari tidak hanya warga Asia yang menonton konser. Bahkan ras Amerika dan Hispanik juga ikut meramaikan konser tersebut. Yang menonton konser juga dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja 18 tahun hingga ibu-ibu yang sudah berusia di atas 45 tahun. Bukan itu saja, menurut situs berita Asahi, ada salah satu penonton konser yang harus menempuh jarak sejauh duA ribu kilometer untuk bisa menonton konser tersebut.

Setelah ini, L’ARC~EN~CIEL akan melanjutkan rangkaian tur konser dunianya ke Eropa dan akan menggelar konser sold out di IndigO2 Arena, London, Inggris pada 4 April dan di Le Zenith de Paris, Perancis pada 11 April mendatang.

Baru setelah itu kembali ke Asia di akhir April mendatang untuk konser di Singapore Indoor Stadium, Singapore pada 28 April dan Lapangan D Senayan, Jakarta, Indonesia pada 2 Mei mendatang.

DVD Konser Laruku di New York Segera Rilis

TOKYO  –  Band rock asal Jepang, L’Arc~en~Ciel (Laruku), akan merilis konser tur dunia 2012 mereka di New York dalam bentuk video digital (DVD). Konser di New York tersebut mengambil tempat di Madison Square Garden pada 25 Maret 2012 lalu.


DVD konser tersebut akan diberi judul World Tour 2012 Live at Madison Square Garden. Grup yang telah malang melintang di industri musik dunia selama 20 tahun itu sukses menggelar L’Arc-en-Ciel World Tour 2012.

“DVD ini akan dirilis 26 Desember mendatang,” kata salah satu perwakilan Sony Jepang yang memproduseri Laruku, dikutip dari Tokyohive, Kamis (8/11).

Konser dunia ini menjawab pertanyaan penggemar tentang kevakuman mereka selama empat tahun terakhir. Laruku mendapat banyak perhatian dari penggemarnya karena karya-karya mereka unik, dengan lirik lagu penuh makna yang didominasi ciptaan sang vokalis, Hyde.

DVD ini akan dirilis dalam edisi regular dan terbatas. Cielers, sebutan penggemar Laruku, yang beruntung mendapatkan edisi terbatas akan mendapat dua keping DVD yang berisi audio track dari konser tersebut. Ini akan menjadi kali pertama kalinya Laruku merilis koleksi audio live.

Tur dunia Laruku tahun ini dimulai pada 3 Maret 2012 di Asia World Expo Arena (Hong Kong, China), kemudian dilanjutkan7 Maret di Impact Arena (Bangkok, Thailand). Pada 10 Maret grup yang populer mengisi soundtrack anime Jepang itu tampil di  Mercedes Benz Stadium (Shanghai, China), kemudian 17 Maret di TWTC Nangang Exhibition Hall (Taipei, Taiwan).

Hyde, Tetsu, Ken, dan Yukihiro tampil di Madison Square Garden, New York pada 25 Maret. Pada 11 April, kelimanya beraksi di IndigO2 (London, Inggris). Berlanjut 14 April di Le Zenith (Paris, Prancis), dan 28 April di Singapore Indoor Stadium.

Grup yang terkenal dengan lagu Seventh Heaven dan The Fourth Avenue Cafe itu tiba di Jakarta pada 2 Mei dan tampil di Lapangan D Senayan. Konser mereka ditutup pada 5 Mei di Jamsil Gymnasium (Seoul, Korea). Di Jepang, Laruku berhasil menjual lebih dari 28 juta kopi album dan single mereka.

Sumber : republika.co.id

Tentang Kami

Cukup fahrur aja :)

Tiket L’Arc~en~Ciel di London Mulai Dijual Tanggal 17 November!!



Kegembiraan bermula ketika L’Arc~en~Ciel mengumumkan mereka akan mengadakan tur dunia tahun 2012 dan penggemar mereka di manapun, menerima berita tersebut dengan antusiasme yang sama.

Baru-baru ini diumumkan bahwa tiket pertunjukan di Indigo02 London O2 akan dijual mulai tanggal 17 November!! Karena tiket pertunjukan sepertinya akan cepat habis, para penggemar mereka di sana disarankan untuk cepat-cepat membeli tiket begitu penjualan dibuka!

Jangan lewatkan kesempatan melihat salah satu artis rock terbesar Jepang di Eropa Pertunjukan ini akan dilaksanakan tanggal 11 April 2012 dan tiketnya bisa dibeli di sini:


“L’Arc~en~Ciel WORLD TOUR 2012″

03/03 (Sabtu) Asia World EXPO ARENA / Hong Kong
03/07 (Rabu) IMPACT ARENA / Bangkok
03/10 (Sabtu) MERCEDES-BENZ ARENA / Shanghai
03/17 (Sabtu) TWTC Nangang Exhibition Hall / Taipei
03/23 (Jumat) The Theater at Madison Square Garden / New York
04/11 (Rabu) indigO2 / London
04/14 (Sabtu) Le Zenith / Paris

Biodata Personil L'arc~en~ciel

VOCALIS
Nama : Hyde (baca : haido)
Nama asli : Hideto Takarai
Nama panggilan : Doi Hachirou (oleh Tetchan), juga dipanggil 'Hide' waktu pertama kali tampil dengan Laruku
Tinggi badan : 157 cm
Tanggal lahir : 29 Januari 1968
Tempat lahir : Wakayama, Osaka ( Kansai )
Status : Menikah (istri : Megumi Oishi)
Hobby: Mengkoleksi produk-produk gelas berwarna biru, video games (Biohazard), menulis puisi, memasak (^_^ *yumm*), novel-novel misteri, Rajicon (Radio control cars)
Favorite Artist / Band : Marilyn Manson, Billy Joel, Radiohead, BAKI (gas tank), Cranberries, David Sylvian 'n more
Makanan favorit : Nasi kare
Favorite Anime / manga: Nekojiru, Monster
Pengalaman kerja : Mister Donut, pengajar drum
Kekurangan : Haido termasuk orang yang buta warna. Karena itulah, karirnya sebagai seniman tidak bisa diteruskan
Tipe cewek favorite : Bijin.(wanita cantik)

BIOGRAFI
Hidup sebagai seorang anak tunggal yang tumbuh di pinggiran Osaka, HYDE mempunyai masa kecil yang cukup normal, terlepas dari fakta bahwa sang ibu dulu sering mendandaninya seperti perempuan.

Berpengaruh atau tidaknya hal tersebut pada gaya dan kemampuan musikalitas HYDE, satu hal yang pasti: HYDE telah melewati garis antara sensitif, penghibur feminin, dan rocker punk yang bergaya berandalan dengan karir solo bertajuk namanya sendiri. HYDE keluar dari tipikal rocker Jepang, mengejutkan setiap orang dengan variasi dalam musikal dan gaya visualnya.

Karir HYDE di dunia musik berawal dari band yang tidak berumur panjang yaitu Jerusalem’s Rod sebagai gitaris dibawah nama Hide (yang adalah nama aslinya). Sampai akhirnya ia ditemukan oleh Tetsu yang membawa karirnya melambung. Walaupun sebelumnya ia berencana untuk tetap menjadi seorang gitaris, akan tetapi Tetsu bersikeras agar Hide bergabung dalam bandnya sebagai vokalis. Bersama mereka membentuk L’Arc~en~Ciel pada tahun 1991. Hide segera mengganti namanya menjadi Hyde, mengambil ide dari novel klasik Dr. Jekyll and Mr. Hyde oleh Robert Louis Stevenson, dan lalu mengubah huruf kapital H menjadi huruf kecil.

Seiring Laruku mulai beranjak tenar, hyde mulai merenungkan diri untuk bersolo karir. Terutama pada tahun 1997 dimana drummer Laruku, Sakura, meninggalkan band karena tuduhan kriminal. Proyek tersebut tidak membuahkan hasil apapun sampai Laruku memutuskan untuk hiatus pada tahun 2001. Hyde pun memutuskan merubah namanya ditulis dalam huruf kapital dan mengecat rambutnya menjadi pirang. Kemudian HYDE mengambil langkah jauh dari akarnya sebagai vokalis Laruku, membuat semua komposisi dan lirik untuk lagu-lagunya yang baru.

Pada bulan Oktober tahun 2001 ia merilis Evergreen dibawah labelnya sendiri, Haunted Records sebagai cabang dari Ki/Oon. HYDE mengejutkan fans dan kritikus dengan melodi gitar yang lesu dan lirik-lirik yang sensitif. Dengan perilisan Angels Tale dan Shallow Sleep, ia melanjutkan trend melodi-melodi manis dari gitar akustik, serta tambahan track dalam singlenya dengan lagu yang sama namun dalam bahasa Inggris. Pada Maret 2002, HYDE merilis solo album full-length pertamanya, Roentgen. Kumpulan lagu-lagu dari album tersebut berisi gaya mellow yang sama, membiarkan HYDE mengekspresikan sisi sensitifnya.

Pada April 2002, HYDE sekali lagi mengejutkan para fans dengan membintangi film Moon Child dengan sesama vokalis, Gackt, walaupun sebelumnya ia telah mengakui bahwa ia ragu untuk mencoba dunia akting. Film tersebut sukses di bioskop-bioskop jepang, begitu pula duet musikal antara HYDE dan Gackt berjudul Orenji no Taiyou (オレンジの太陽), yang dirilis dalam album Crescent milik Gackt. Ini memuaskan publik sampai perilisan single keempat HYDE, HELLO. HYDE sekali lagi mengubah gayanya, berganti dari simpel dan melodius ke gitar elektrik dari heavy hard rock. Dengan warna rambut yang lebih gelap dan setelan punk-rock, HYDE kembali ke dunia musik dan siap untuk menggebrak. Setelah sedikit melembutkan gayanya dengan HORIZON pada November 2003, HYDE merilis solo album keduanya, 666 (dibaca roku roku roku sebagai pelafalan bahasa Jepang dari rock rock rock). Album tersebut mengumandangkan keberadaan yang lebih kuat dari yang pertama, menunjukkan satu lagi sisi HYDE sebagai anak nakal musik rock.

Sebelum perilisan album keduanya, HYDE mengumpulkan kembali dengan seluruh anggota Laruku pada Juni dan Juli 2003 untuk tujuh hari konser bersama di Shibuya, Tokyo. Dengan perilisan single Laruku berjudul READY STEADY GO, HYDE memperlambat aktivitas solonya. Ia sedikit kembali ke akting dengan perilisan film Last Quarter pada Oktober 2004, perilisan ulang Roentgen dimana seluruhnya dalam bahasa Inggris, dan perilisan koleksi PV-nya berjudul Roentgen Stories. Namun sebagian besar ia tetap sebagai vokalis dari Laruku, sampai Oktober 2005 dengan perilisan single barunya COUNTDOWN, mungkin mengintai hiatus lain dari Laruku.

Dari awal karirnya, kehidupan pribadi HYDE telah kurang lebih menjadi misteri publik. Nama asli dan tanggal ulang tahunnya tidak pernah diberitahukan. Ia hanya diketahui kadang-kadang berkencan dengan bintang pop sampai pernikahannya dengan aktris Megumi Oishi pada Desember 2000. Ia melahirkan anak pada November 2003, walapupun nama dan jenis kelaminnya tak pernah diberitahukan kepada publik.
Walaupun gaya bermusik dan visualnya berubah dan kehidupan pribadi yang terselubung, HYDE tetap menjadi favorit para fans dalam komunitas rock Jepang dengan lagu-lagunya yang telah digunakan dalam iklan televisi dan film-film. Kesuksesannya tidak hanya di Jepang saja, bagaimanapun, dengan perilisan album 666 di Jerman pada September 2005. Dengan suara yang kuat dan kepercayaan diri bermain gitar, HYDE membuktikan untuk tidak meninggalkan efek yang akan bertahan lama dalam genre musik rock Jepang.

BASSIST
>Nama Asli : Tetsuya Ogawa
>Panggilan : Tetchan
>Tanggal Lahir : 3 Oktober 1969
>Tempat Lahir : Osaka, Jepang
>Tinggi : sekitar 167 cm
>Berat : blum ditimbang.
>Posisi : Bass (sekaligus pimpinan Laruku)
>Istri : Ayana Sakai
>Hobby : Mobil, anime (terutama Evangelion), fashion dan belanja.
>Warna Favorit : Banyak terutama Pink (ya ampun!)

BIOGRAFI

Tetsuya Ogawa 3 Oktober 1969 adalah seorang pendiri, pemain bass, dan pemimpin grup musik terkenal Jepang, L’Arc~en~Ciel. tetsu (semua huruf kecil) juga dikenal sebagai solo artis TETSU69 (semua huruf besar), angka 69 mencerminkan tahun kelahirannya. Namun sejak awal tahun 2007, seiring dengan rilis singel Can’t Stop Believing, nama TETSU69 berubah menjadi tetsu.

Tahun 2006, tetsu menjadi tamu tetap untuk band Creature Creature, sebuah band ciptaan vokalis legendaris band Jepang, Morrie dari band Dead End. Tetsu terkenal karena permainan bassnya yang tidak biasa, liar, dan cenderung rumit. Selain itu, tetsu juga dikenal sebagai artis yang dandanannya paling mencolok di antara anggota L’Arc~en~Ciel lainnya. Pada tahun 1999, dia sempat tenar dengan seri sepatu Bufallo, sebuah sepatu dengan sol setebal 15 cm. Sejak tahun 2003, dia lebih suka berdandan dengan menggunakan celana motif kotak-kotak dan kilt dengan motif yang sama.Tetsu dan 22 tahun menikah dengan actress Ayana Sakai.

Tetsu terkenal karena merdu gaya bermain bass. Many of L’Arc~en~Ciel ’s songs involve Tetsu playing counter melodies with ken (guitarist of L’Arc~en~Ciel ) while still holding a groove with the drums. Banyak dari L’Arc ~ en ~ Ciel ’s lagu melibatkan Tetsu bermain dengan counter melodies ken (gitar dari L’Arc ~ en ~ Ciel) dan tetap memegang alur dengan drum. Tetsu’s composing can be seen as more ‘poppish’ as compared to ken’s who has a heavier and sometimes bluesy approach. Tetsu’s menyusun dapat dilihat sebagai lebih ‘poppish’ dibandingkan dengan ken’s yang memiliki berat dan kadang-kadang bluesy pendekatan. He frequently uses slides, hammer-ons, and pull-offs in his playing. Dia sering menggunakan slide, hammer-ons, dan tarik-bersemangat dalam bermain.

Tetsu plays with a pick most of the time, but uses fingerstyle occasionally when the song calls for it, such as in ‘winter fall’ and ‘jojoushi’. Tetsu memutar dengan memilih sebagian besar waktu, tapi kadang-kadang bila menggunakan fingerstyle lagu untuk panggilan, seperti dalam ‘musim dingin jatuh’ dan ‘jojoushi’. In a few songs Tetsu can be heard using the slap style of playing such as in the Laruku song ‘THE NEPENTHES’ and ‘twinkle, twinkle’. Dalam beberapa lagu Tetsu dapat didengar menggunakan menepak gaya bermain seperti di lagu Laruku ‘THE sesuatu yg memberi ketenangan’ dan ‘twinkle, twinkle’. Tetsu has also used distortion such as in the song ‘ Stay Away .’ Tetsu juga digunakan distorsi seperti di lagu ‘Stay Away’. Tetsu has also been known to play briefly with a banana, “Munkimpo-kun”, (which he whips to the audience afterwards) prior to the beginning of a song (usually ‘Stay Away’) in some concerts. Tetsu juga telah dikenal untuk bermain sebentar dengan pisang, “Munkimpo-kun”, (yang dia whips ke khalayak setelahnya) sebelum ke awal lagu (biasanya ‘Stay Away’) di beberapa konser.

FAKTA SEPUTAR TETSU

Tetsu adalah bassis L’Arc~en~Ciel sekaligus menjabat sebagai ketua grup band tersebut. Dialah yang mengusulkan nama L’Arc~en~Ciel, setelah terinspirasi oleh sebuah film Perancis dengan judul yang sama. Ia juga menciptakan beberapa lagu Laruku bahkan liriknya.

Tetsu adalah anak tertua di keluarganya, ia memiliki 2 orang adik perempuan. Di keluarganya ia sering dipanggil tetchan, hingga akhirnya orang-orang di sekitarnyapun melakukan hal serupa.

Seperti halnya Hyde, Tetsu pernah bergabung dengan klub olah raga di sekolahnya, bedanya ia ikut klub Baseball. Tapi juga seperti halnya Hyde, tak berapa lama ia keluar, sebabnya ia malas dengan berbagai latihan dasar yang harus dijalaninya, ia hanya ingin bermain baseball bukan berlatih.

Tetsu menyukai musik sedari ia kecil. Sejak di kelas satu SLTP Tetsu sudah mendengarkan karya musisi asing. Ia dan Ken (gitaris Laruku) sudah bersahabat sejak mereka masih kecil, karena rumah mereka bertetangga. Mereka bersama seseorang bernama Ko-chan yang usianya lebih tua dari mereka sama-sama menyukai musik. Seringkali setiap Ken dan Tetsu pulang sekolah, mereka berkunjung ke rumah Ko-chan untuk bermain musik. Ko-chan dan Ken memegang gitar, sedangkan Tetsu bermain bass. Setelah beberapa lama, Ko-chan lulus SMU dan bekerja, akhirnya mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Pada waktu ia duduk di bangku SMU, ia mencoba untuk membentuk grup band bersama teman-teman di sekolahnya. Setelah sekian lama mereka membubarkan diri. Lantas Tetsu kembali bersama Ken membentuk sebuah grup band bernama Bystonwell.

Setelah lulus SMU, Bystonwell bubar, ia bekerja paruh waktu di sebuah toko musik, sedangkan Ken melanjutkan sekolahnya ke Universitas Nagoya.

Tetsu kemudian mencoba membentuk grup band. Awalnya ia ingin menjadi vokalis dalam grup bandnya. Akan tetapi setelah melihat penampilan Hyde, ia mengurungkannya.
Tetsu sangat menyukai Anime terutama Shinseiki Evangelion dan Gundam. Asuka Langley, salah satu tokoh dalam anime tersebut adalah tipe wanita favoritnya. Tetsu bahkan menyarankan Hyde untuk menonton anime tersebut.

Tetsu adalah orang yang gila belanja. Berbagai barang elektronik hingga pakaian bermerk ia sikat. Karena itu di rumahnya berlimpah benda-benda elektronik, seperti HiFi, CD player, dan banyak lagi. Dan di dalam lemari pakaiannya tidak ada pakaian yang tidak bermerk (stylish bangget!).
Tetsu adalah satu-satunya anggota L’Arc~en~Ciel yang tidak merokok. Meskipun anggota lainnya merokok seperti setan di sekitarnya, tetap saja ia tidak merokok (teladan buat kita-kita!).

GITARIS+MELODI
Nama Asli : Ken Kitamura
Tempat/Tgl Lahir : Osaka / 28 november 1968
Tinggi : 178 cm Berat: 56 Kg
Golongan Darah : AB
Peliharaan : ELIZABETH (kucing)
Warna favorit: Silver, Hitam
Binatang favorit: Lumba – lumba, Kucing
Makanan Favorit : simmered dishes, truffes & fois gras
Minuman favorit: JackDaniels
Pakaian Favorit: Jun, Y’s for men, Domon, Crazy Under Wear, 5351
Rokok Favorit: Marlboro Light menthol
Gaya Permainan : Rock
Group Band : L'Arc~en~Ciel (Laruku), Sons of All Pussys (S.O.A.P)
Pengaruh musikal : Jimi Hendrix, Led Zeppeline, Bow Wow
Gitar Yang Digunakan : Fernandes Stratocaster, Fender Stratocaster
Efek : DOD Love
DriverAmpli : Marshall

BIOGRAFI
Ken merupakan salah satu gitaris terpopuler di Jepang. Maklum, ia merupakan personel dari band yang merajai musik Jepang selama beberapa tahun terakhir ini. Bersama Hyde (vocal), Tetsu (bass), dan Yukihiro (drum) mempopulerkan musik J-Rock (Japanese Rock) secara lebih meluas. Bahkan jika anda memasuki forum-forum musik yang mambahas musik Jepang bahkan Asia, bisa dijamin kalau topik yang membahas band L`Arc~en~Ciel (atau biasa disebut dengan sebutan Laruku), pasti menjadi yang terbanyak di reply.

Ken bergabung dengan Laruku pada tahun 1992 menggantikan Hiro yang hengkang. Padahal saat itu Ken tengah menjalani kuliah di jurusan arsitektur di Nagoya. Tapi karena paksaan dari Tetsu, akhirnya Ken meninggalkan kuliah dan menuju Osaka untuk bergabung. Hal tersebut bertentangan dengan keinginan keluarga yang menginginkan Ken menjadi seorang sarjana. Namun Ken yang punya cita-cita menjadi seorang gitaris rock band akhirnya memutuskan menjadi musisi profesional.

Sebelum bergabung dengan Laruku, semasa SMU Ken sempat memiliki band bernama Bystonewell. Setelah duduk di bangku kuliah, ia diajak oleh teman semasa kecilnya, Tetsu untuk bergabung dengan bandnya. Tahun 1992 terbentuklah L'Arc~en~Ciel. Mereka merilis album perdana berjudul Dune. Album ini tidak isimewa. Namun embrio karakter permainan Ken mulai terlihat. Lagu terbaik dari album ini berjudul Voices.

Pada masa-masa ini nama Laruku belum bisa dibandingkan dengan band Rock Jepang papan atas seperti X-Japan. Baru setelah tahun 1994, saat album Tierra yang memuat hits single Blurry Eyes direlease, nama Laruku makin melejit. Disini Ken menampilkan permainan gitar yang simpel namun cukup berisi.

Album-album berikutnya yang dirilis antara lain, Heavenly, True, Ark, Real, Ray, Smile, dll. Ia dan Laruku juga sempat merilis 2 buah proyek idealis dengan menamakan diri Dark~en~Ciel (yang merupakan versi dark dari L'Arc~en~Ciel) dan Punk~en~Ciel yang memainkan versi punk dari lagu-lagu Laruku. Namun di project Punk~en~Ciel ini Ken bermain sebagai drummer sementara posisi gitar diisi oleh Hyde sang vocalis.

Dilihat dari segi teknikal, sebenarnya tak ada yang terlalu istimewa dari Ken. Ia tidak menampilkan teknik-teknik seperti yang diperagakan gitaris-gitaris virtuoso. Namun ia mampu menempatkan diri pada setiap lagu dan bisa menakar proporsi ritem dan melodi yang sederhana namun enak dinikmati. Disitulah letak kekuatan Ken. Pada hits seperti Blurry Eyes, Flower, dan Driver High anda akan menemukan permainan gitar yang sederhana namun indah didengar.

Selain sebagai player, Ken juga mampu membuat lagu yang bagus. Lagu-lagu ciptaannya antara lain Fourth Avenue Cafe, As If in a Dream, Vivid Colors, Caress of Venus, dan lain-lain. Yang menarik ternyata salah satu lagu ciptaannya yang berjudul Winterfall, diciptakannya saat masih berusia 13 tahun.

Album studio Laruku di Indonesia dirilis pertamakali adalah album Smile yang ternyata memperoleh angka penjualan sebanyak 75.000 copy. Sebuah angka penjualan yang sangat fantastis mengingat nama Laruku tidak populer di media-media utama di Indonesia. Album berikutnya, Awake menyusul kesuksesan album Smile.

Saat ini di Indonesia sedang terjangkit wabah Laruku dan J-Rock musik. Berbagai band tumbuh dan berkembang dengan berkiblat pada jenis musik ini.

Ken juga punya side project selain Laruku. Ia menyebutnya S.O.A.P. (Sons of All Pussys). Salah satu hitsnya yang berjudul Grace, Ken menampilkan permainan gitar yang tidak terlalu jauh beda dengan Laruku. Namun dari segi sound ia menyajikan nuansa yang sedikit lebih alternative.

DRUMMER
Nama : Yukihiro
Nama Lengkap : Yukihiro Awaji
Nama Fans : Yukkie
Posisi di Laruku : Drums
Tanggal Lahir : 24 November 1968
Tempat Lahir : Chiba, Jepang
Zodiak : Sagitarius
Tinggi : 165cm
Berat Badan : 48 kg
Hobby : Bermain Drums
BIOGRAFI
Yukihiro Awaji Yang lebih dikenal dengan yukihiro, adalah drummer dan remixer dari band L’arc en ciel serta pemimpin Acid Android. Panggilanya adalah “Yuki” (”Yukkie”).
Dia bergabung dengan L’Arc ~ en ~ Ciel pada tahun 1998, mengambil alih posisi mantan drummer, Sakura. yukihiro sangat kurus (telah dilaporkan beratnya hanya 48 kg). Ia menyusun beberapa lagu untuk L’Arc ~ en ~ Ciel, termasuk “trick”, “cradle”, “Revelation”, “New World” dan “Drink It Down”. Dia juga dikenal atas remixing karya band L’arc, dan dirilis di remix album, “ectomorphed works” pada tahun 2000. Dia telah menjadi anggota dari beberapa band rock Jepang lainnya, termasuk dalam Die cries dan Zi Kill.

AWAL KEHIDUPAN
Yukihiro dilahirkan pada 24 November 1968 di Chiba, dekat Tokyo. Ayahnya adalah pekerja perusahaan, dan ibunya adalah instruktur pakaian kimono. Yukihiro menyatakan bahwa dia sebagai anak biasa yang lain seperti anak-anak jepang lainya, seperti pergi ke sekolah, lulus ke Universitas, dan akhirnya mendapat pekerjaan. Tetapi ia mencintai musik, baik Jepang dan Amerika, dari Heavy metal ke Pop music. Dia juga atlet pelari jarak pendek yang baik di SMP. Namun, dia dikeluarkan dari athletics klub.
Ketika ia masuk SMA, ia mulai bermain drum dan segera memutuskan untuk menjadi drummer rock profesional. Setelah ia membuat keputusan, dia berkata kepada orang tuanya bahwa ia telah meninggalkan sekolah karena tidak berguna kepadanya. Orang tuanya melarang ini. Akhirnya, Yuki melanjutkan pendidikanya sambil mencurahkan pendidikan itu sendiri sebagian besar ke musik rock.
Selama di universitas, ia bergabung dengan Zi: Kill, salah satu band rock jepang yang sedang naik daun pada saat itu.

SEBELUM DI L'ARC~EN~CIEL
Zi: Kill menandatangani kontrak rekaman dengan Extasy Records pada tahun 1989. Namun, mereka bertengkar selama rekaman album pertama di luar Jepang. Akhirnya, yukihiro pun dipecat dari Zi: Kill. Setelah itu, ia membentuk band bernama Optic Nerve dengan gitaris Shin Murohime. Pada tahun 1991, ia bergabung dalam Die cries.
Die in Cries merilis debut album mereka,“Nothing to Revolution” pada tahun 1991. Mereka melejit menjadi band terkenal di antara band-band Jepang lainnya, dan mereka berhasil melangsungkan live performancenya di Nippon Budokan pada tahun 1994. Namun, yukihiro menjadi frustasi dengan ketatnya kebijakan band. Yukihiro menulis beberapa lagu untuk band, namun mereka menolak karena tidak suka dengan “heavy metal rule”.
Die in Cries bubar pada tahun 1995, dengan album terakhir mereka “Seed”. Untuk sementara, yukihiro bekerja sebagai free-lance drummer. Selama waktu itu, dia tidak bergerak di sekitar rumah dan teman-temannya. Sehingga Tetsu kesulitan untuk mengajak yukihiro untuk bergabung, karena dia tidak memiliki ponsel dan selalu berpindah dengan teman-temannya.

SAAT BERSAMA L'ARC~EN~CIEL
Ketika ia mantan drummer L’Arc Sakura keluar dari band pada tahun 1997, Tetsu, pemimpin L’arc, meminta yukihiro untuk membantu rekaman single baru L’arc, melalui teman-temannya. Selama waktu itu, mereka telah berhubungan dengan baik. Irama lagunya yang unik diterima dalam lagu tersebut. Ketika single yang menandai mereka datang kembali “Niji” dirilis dan melakukan konser “Reinkarnasi in Tokyo Dome”, Yukihiro masih merupakan additional player. Sampai pada tahun 1998 yukihiro diumumkan sebagai anggota resmi dengan single baru “WINTER FALL”, diikuti dengan album “HEART”.

Walaupun beberapa argumen dari fans sakura, yukihiro cepat menyesuaikan diri dengan L’Arc~en~ciel. Lagu pertamanya, “a swell in the sun”, dimainkan sebagai prolog selama tur 1998 “Light My Fire“. L’Arc ~ en ~ Ciel datang sebagai salah satu band yang paling populer, yang semua itu tidak pernah dibayangkan. Hasil dari tour tersebut telah terjual habis, dan albumnya mendapat platinum disk. Lalu L’arc merilis tujuh single baru dan menjadi 10 charts teratas, setiap bulan.

Pada tanggal 1 Juli 1999, mereka merilis album keenam dan ketujuh mereka “ARK” dan “RAY”. Mereka memulai tur konser bernama Grand-Cross Tour. Album tersebut naik ke urutan dua teratas, dan tour ini meraih sukses besar.

Pada tahun 2000, mereka merilis album baru, “REAL”. Yukihiro menulis lagu “STAY AWAY”. Namun, L’Arc ~ en ~ Ciel telah menghentikan proyek mereka sampai 2003, di “Shibuya Seven Days” konser. Setiap anggota memulai proyek solo. yukihiro juga memulai proyek itu sendiri, sebagai sang pemimpin band Acid Android. L’arc datang kembali dengan single baru “READY STEADY GO!” dan album “SMILE” pada tahun 2004, dilanjutkan dengan album “AWAKE” dan single “Link” di tahun 2005. Pada 2007, L’arc en ciel merilis sebuah single baru “My heart draws a dream” dan album baru “KISS”. Grup ini juga meluncurkan single “Drink It Down” pada Januari 2008, dengan musik yang disusun oleh Yukihiro sendiri .

L'Arc~en~Ciel World Tour 2012

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga. L'Arc~en~Ciel, atau yang juga dikenal dengan nama Laruku, telah mengumumkan jadwal konser mereka di seluruh dunia. Dan mereka juga akan mengadakan konser di Jakarta, Indonesia!


Lebih tepatnya di Gelora Bung Karno, Lapangan D, Senayan. Bagi yang mau beli tiketnya, kamu bisa beli di RajaKarcis.com. Tapi menurut @Dewi69, semua tiketnya udah kejual habis. Saatnya cari di para calo.

Bagi kamu-kamu yang bakal nonton konsernya Laruku, kamu bisa kirim foto-foto kalian ke: [Jepang.net] -- supaya diposting disini. :)

Jadwal Tour:

03 Maret 2012: Asia World EXPO ARENA / Hong Kong, China
07 Maret 2012: IMPACT ARENA / Bangkok, Thailand
10 Maret 2012: MERCEDES-BENZ ARENA / Shanghai, China
17 Maret 2012: TWTC Nangang Exhibition Hall / Taipei, Taiwan
25 Maret 2012: Madison Square Garden / New York, USA
11 April 2012: indigO2 / London, UK
14 April 2012: Le Zenith / Paris, France
28 April 2012: Singapore Indoor Stadium / Singapore, Singapore
02 Mei 2012: Lapangan D Senayan / Jakarta, Indonesia
05 Mei 2012: Jamsil Gymnasium / Seoul, Korea

Daniel Mananta Bermimpi L'Arc~en~Ciel Konser di Indonesia



Gaung band asal Jepang yakni L'Arc~en~Ciel sudah sejak lama terdengar di Indonesia. Basis Fans L'Arc~en~Ciel pun sudah cukup besar di Indonesia. Diantara sejumlah fans tersebut ternyata ada satu nama yang sudah tidak asing di telinga kita, Daniel Mananta.

Ditemui di acara pemutaran concert movie L'Arc~en~Ciel Daniel mengungkapkan keinginannya agar L'Arc~en~Ciel suatu saat nanti akan menggelar konser di Indonesia. Bahkan mantan VJ MTV ini sudah menyiapkan hadiah spesial untuk band kesayangannya tersebut.

"Saya berharap L'Arc~en~Ciel menggelar konser di Indonesia, ketemu dan ngasih baju Damn, I Love Indonesia," ujar Daniel saat ditanya harapannya tentang L'Arc~en~Ciel. "Kalau satu orang yang bermimpi, itu disebut impian. Tapi kalau ribuan orang memiliki impian yang sama itu disebut kenyataan. Gue yakin suatu saat mereka sampai sini, ngeliat antusias komunitas seperti ini," tambahnya.

Acara pemutaran concert movie L'Arc~en~Ciel ini sendiri berlangsung di Epicentrum XXI Minggu, (4/12). Para Cielers atau sebutan para penggemar L'Arc~en~Ciel dari berbagai daerah turut memeriahkan acara tersebut.

Daniel Mananta Fans Berat L'Arc~en~Ciel Sejak 2001



Mendengar kata L'Arc~en~Ciel tentu akan mengingatkan kita pada band kondang asal Jepang. Karya musik band beraliran J-Rock ini sangat digandrungi di Indonesia. Salah satu fans berat L Arc en Ciel tak lain dan tak bukan adalah Daniel Mananta.

Mantan VJ MTV ini mengaku pernah menonton langsung konser L'Arc~en~Ciel di Hongkong beberapa tahun yang lalu. "Sebenarnya gue pernah nonton di hongkong 2-3 tahun lalu. Tahun depan mereka konser di Bangkok, rencana mau nonton juga," ujarnya

Artis kelahiran Jakarta ini mengaku sudah sejak lama menjadi fans band yang digawangi oleh Hyde, Tetsu, Ken dan Yukihiro ini. Bahkan Daniel juga menjelaskan bahwa L'Arc~en~Ciel telah menginspirasinya untuk membentuk band di garasi rumahnya.

"Gue ngefans ketika nonton konser mereka, nyanyi lagu Honey. Tahun 2001. Ketika kuliah sempat nonton konser mereka. Ngeliat mereka nyanyi lagu itu gue langsung bikin band di garasi rumah untuk nyanyiin lagu mereka," pungkas pria bertinggi badan 180 cm ini.

Harga Tiket Konser L'Arc~en~Ciel



Simpang siur berita tentang konser L'Arc~en~Ciel akhirnya terjawab sudah. Grup musik asal jepang ini dipastikan bakal menggebrak Indonesia pada 2 Mei 2012 mendatang. Bertempat Lapangan D Senayan, Jakarta grup yang memadukan pop musik, alternative rock, hard rock, progressive rock ini bakal menghapuskan rindu para penggemarnya.

Marygops Studios, selaku promotor akhirnya resmi mengumumkan detil konser bertajuk L'Arc~en~Ciel 20th Anniversary World Tour ini. Tak ayal, penggemar pun sangat antusias menyambut kehadiran band yang senantiasa tampil dengan nuansa rock punk ini.

So, bagi penggemar yang sudah menantikan kedatangan mereka, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung penampilan mereka. But, first thing first cek dulu harga tiketnya berikut ini!

Vip package Rp1.200.000  
Premium festival Rp850.000  
Regular festival Rp500.000 Penjualan tiket akan mulai dibuka pada Sabtu, 28 Januari 2012 pada pukul 10.00 WIB. Pembelian juga bisa dilakukan secara online lewat www.rajakarcis.com atau melalui nomor telepon 021-8282137. Selain itu, pembeli juga bisa mendapatkannya lewat www.tiket.com mulai Selasa, 31 Januari 2012 atau melalui nomor 021-7020 6888.

Grup yang digawangi oleh Hyde, Tetsu, Ken dan Yukihiro ini sendiri didirikan sejak tahun 1991. Awalnya, grup ini memang terlihat terlalu girly saat berpenampilan. Namun sedikit demi sedikit, mereka merombak diri dan tampil lebih maskulin. 

Konser L'Arc~en~Ciel, Siap Jadi 'Konser Yang Tak Terlupakan'



Band punk rock kenamaan asal Jepang, L'Arc~en~Ciel siap menggelar konser di Indonesia yang bertajuk LA Lights Concert L'Arc~en~Ciel 20th Anniversary World Tour. Rangkaian tur dunia ini akan mengambil tempat di Lapangan D Senayan, Jakarta, 2 Mei 2012.

Disampaikan oleh Maya Shintawati, selaku Brand Manager LA Lights, bahwa karakter grup musik ini adalah kreatif dan terus berkarya yang selalu direspon positif oleh para penggemarnya di seluruh dunia. Bersama dengan Marygops sebagai promotor, mereka pun tengah menyiapkan sajian luar biasa melalui sebuah konser yang atraktif.
“Kami selalu berusaha menampilkan sebuah konser yang atraktif baik dari segi permainan maupun tata panggung sehingga menjadikannya sebuah hiburan yang selain berkualitas, kreatif dan inspiratif bagi para pecinta musik, juga para musisi nasional yang ingin eksis di jalurnya masing-masing,” ucap Maya dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (25/4).

Ditambahkan oleh pihak promotor, penampilan L'Arc~en~Ciel dalam konsernya di Indonesia ini akan ditunjang dengan berbagai peralatan canggih, dan tentunya bertujuan menjadikan LA Lights Concert L'Arc~en~Ciel 20th Anniversary World Tour ini menjadi salah satu perhelatan akbar yang akan terus diingat.

L'Arc~en~Ciel pernah meraih rekor penjualan tiket tercepat di tahun 2006 untuk konser 'L’Anniversary' di Tokyo Dome, di mana dalam waktu dua menit tiket sudah habis terjual. Hal ini terjadi di banyak tempat lainnya, termasuk di Jakarta," ucap Peter Harjani, Project & Creative Director, Marygops Studios.

"Para pecinta L'Arc~en~Ciel telah memburu tiket konser jauh sebelum konser ini diumumkan hingga sudah habis terjual pada saat ini. Tentu, suguhan yang tak terlupakan akan kami berikan nanti,” tambahnya.

L'Arc~en~Ciel sendiri adalah band yang dibentuk pada tahun 1991 di Osaka dengan formasi terkini yaitu Tetsuya (bass), Hyde (vokal), Ken (gitar) dan Yukihiro (drum). Dekade pertama dari perjalanan karir mereka di tahun 1991-2000 merupakan masa yang sangat produktif. Namun penerimaan masyarakat yang lebih luas terhadap musik yang dibawa L'Arc~en~Ciel makin terbuka luas di tahun 2004, saat mereka melakukan penampilan pertamanya di Baltimore, Maryland, USA yang dihadiri oleh 1,200 penonton yang terbius oleh gaya Japannese Rock mereka. Akhirnya, di tahun 2007, L'Arc~en~Ciel menandatangani kontrak dengan HMV Amerika.

Tahun 2008, L'Arc~en~Ciel pun menggelar Asia-Europe Tour yang disaksikan oleh lebih dari 320,000 penonton. Tour ini adalah tour penutup dekade kedua mereka sebelum mereka mengambil masa istirahat yang kedua dari tahun 2008-2010. Di tahun 2011, mereka kembali mengumumkan rencana untuk melakukan World Tour dan meluncurkan album BUTTERFLY di awal tahun 2012 sebagai bentuk perayaan akan eksistensi dua dekade mereka di industri musik.