Larc'en'ciel (laruku)

Laruku, band yg terdiri dari Hyde (vocal),Tetsu (bass), Ken (guitar) dan Yukihiro (drum) ini adalah salah satu band terngetop di jepang, bahkan bukan cuma di jepang, tapi di seluruh dunia, kalo gw liat dari situs2 larc yg nyediain guestbook tuh gw liat ada yg dari mexico, argentina, amerika, brazil, italia, inggris dan negara2 besar lainnya..dan sekarang negeri kita tercinta Indonesia udah mulai merebak virus L’Arc kemana-mana. Gak cuma dari kalangan remaja aja, anak2 dan orang dewasa.

Pertanyaannya, apa sih yg bikin band ini bener-bener hebat banget, sampai dikenal diseluruh dunia? kalo alasan gw sih, karna musik mereka mencakup lagu2 yg upbeat, hardrock, punk, sampe yg slow dibawain dgn vokal yg longreaching dan penuh emosi, selalu ada kreasi baru, selalu ada nafas2 baru dalam tiap albumnya, lirik2 yg dalam tanpa sentuhan picisan gombal (walaupun gue ndak ngerti bahasanya) ahihi.., tak hanya itu skill personilnya juga berpengaruh sekitar 80% untuk kemajuan L’Arc, Pkoke larc'en'ciel mrpkn band yg top abizz dan bagian dari hidup gw...Dan sekarang waktunya gw mau perkenalin satu per satu personil dari L’Arc~en~ciel.

Awal terbentuk

Osaka, sekitar awal tahun 1991 dua orang anak muda bernama Tetsu dan Hiro membentuk sebuah grup band. Tetsu berperan sebagai bassis berikut vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Pada waktu itu Hyde masih menjadi gitaris di sebuah band bernama Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod dan Hyde berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).

Pada suatu hari Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal di grup band-nya. Maka selama beberapa waktu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya. Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama band Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel, yakni Tetsu (bass sekaligus pemimpin band), Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum).

Nama L’Arc~en~Ciel sendiri diusulkan oleh Tetsu yang terinspirasi oleh sebuah film Perancis yang berjudul sama. L’Arc~en~Ciel diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki arti PELANGI.
Penampilan live pertama mereka yaitu pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan ketika itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.

History

Osaka 1991 bermula dari keinginan Tetsu dan Hiro untuk membuat sebuah band, dimulai dengan melihat band-band indie di Osaka, hingga akhirnya mereka bertemu dengan Hyde yang saat itu masih menjadi gitaris band bernama Kidies Bombs yang sedang mengalami perombakkan personil hingga Hyde terpaksa menjadi vokalisnya. Kidies Bombspun berganti nama menjadi Jerusalem's Rod.

Penampilan Hyde di Jerusalem's Rod membuat Tetsu tertarik dan ingin merekrutnya sebagai vokalis di bandnya Hydepun menerima dengan syarat Pero juga diajak, dan Tetsu pun menerima persyaratan tersebut. Februari 1991 terbentuklah sebuah band bernama L'Arc~en~ciel dengan formasi: Hyde sebagai vokal, Hiro sebagai gitaris, Tetsu sebagai bassis, dan Pero memegang drum. Nama L'Arc~en~ciel berasal dari bahasa Prancis yang berarti an ark in the sky, dan oleh orang Jepang disebut sebagai Laruku. Nama L'Arc~en~ciel sendiri berasal dari film yang dìtonton Tetsu, karena dirasa menarik, ia mencari kamus dan mengetahui bahwa L'Arc~en~ciel berarti rainbow. Tetsu pun mantap tuk menggunakan kata ini sebagai nama bandnya.

30 Mei 1991, Laruku menggelar konser perdananya di Nanba Rocket sebagai band indie di Osaka. Nama-nama band pada saat itu pun berbau Eropa, sehingga Larukupun ikut terseret dalam gaya pada zaman itu, seperti gaya visual layaknya androgyny dengan gaun, make up, lipstik merah, dan nuansa-nuansa mediteranian. Semula banyak yang mengira bahwa vokalis Laruku seorang wanita, namun pemilik live host yakin bahwa Hyde adalah pria sejati. Sejak masa itu mereka mulai terkenal di kalangan band indie, tawaran konserpun sering datang dari berbagai kota. Laruku mulai berkembang dengan menggelar tour keliling Osaka pada 1992, tapi Laruku harus kehilangan personilnya, Hiro mendadak pergi dari Laruku, padahal Tetsu sudah membooking studio dan sejumlah live event yang menunggu. Tetsu yang panik segera menghubungi Ken teman semasa SMAnya yang sedang menjalani kuliah arsitektur di Nagoya, padahal waktu itu ken sudah terdaftar sebagai siswa yang akan lulus 6 bulan lagi, tawaran Tetsu untuk mengajak Ken sebagai adittional player tuk Laruku pun sempat membuat Ken kebingungan, dan Tetsu pun hanya memberi waktu selama 3 hari kepada Ken tuk berpikir.
Dengan alasan "tidak ada salahnya membantu teman" Ken bersedia untuk bermain sebagai gitaris di Laruku.

Tak disangka Laruku mulai kebanjiran job dan dikontrak sebagai major band oleh Sony Music Japan, hal ini pun membuat Ken makin kebingungan antara memilih menjadi gitaris sesuai cita-citanya, atau menjadi insinyur seperti yang diharapkan kedua orang tuanya. Setelah dibujuk oleh Tetsu akhirnya Ken bersedia tuk bergabung dengan Laruku sepenuhnya. Keputusan ini membuat hubungan Ken dengan orangtuanya menjadi retak, dan hingga kini Ken dan orang tuanya masih belum bertegur sapa. Laruku pun semakin sibuk manggung, hingga pada 1 Oktober 1992, mereka merekam voice untuk Omnibus CD, sebulan kemudian mereka merilis single pertamanya yang hanya terbatas 1000 copy dan berjudul "Flood of Tears" pada 25 November dan langsung sold out di Jepang.

Sayang pada akhir Desember 1992 Laruku harus kehilangan personilnya, kali ini yang keluar adalah Pero, maka Tetsu kemudian sibuk mencari drummer baru, ia menginginkan seorang drummer dari Tokyo, hingga akhirnya bertemu dengan Sakura yang malah tidak tahu ada band bernama L'Arc~en~ciel, akhirnya Sakura setuju bergabung dengan Laruku mulai 16 Januari 1993. Setelah kembali lengkap, Laruku menjalani rekaman di bawah label indie Danger Crue Records dan albumnya berjudul DUNE, para personil Laruku (kecuali Sakura) tinggal di sebuah mansion tarif mingguan di Tokyo. DUNE akhirnya dirilis pada April 1993 dan meraih peringkat 1 di Oricon Chart sebulan kemudian. Hal ini membuat beberapa major label tertarik tuk memproduseri Laruku. Kemudian mereka menggelar 2 tour yaitu "Close to DUNe" dan "Feel of DUNE"

September 1993 diputuskan seluruh personil Laruku pindah ke Tokyo untuk mengembangkan karir. Hanya Hyde yang memilih untuk tetap di Osaka, karena tidak mau jauh dari keluarga, serta merasa tidak tahan dengan keadaan Tokyo yang begitu metropolis.

Soal major label, Tetsu akhirnya memilih Sony dan langsung mengontak ki/oon yang merupakan sublabel dari Sony Record Japan. Laruku menggelar tour terakhirnya sebagai indie dalam Nostalgia no Yokan, yang seluruh tiketnya habis dalam waktu singkat.

Juli 1994 adalah saat bersejarah, di mana Laruku menandatangani kontrak sebagai major band. Di bawah Sony Music Japan Laruku mulai merilis single pertamanya berjudul Blurry Eyes yang berhasil meraih peringkat teratas Oricon Chart lalu disusul dengan single Vivid Colors yang menjadi ending theme untuk Guru Guru 99 (c/w songnya, Briliant Years yang menjadi ending themes untuk Shindora) dan album Tierra.

1995 mereka merilis video And She Said, sekaligus menggelar tour IN CLUB 95 di 19 kota.
Agustus 95 mengelar promo besar-besaran dengan tour keliling Jepang.
Hingga akhirnya mereka bisa tampil live di Budokan pada 27 Desember 95 yang merupakan impian semua musisi di jepang.

Album perdana

Pada tanggal 10 April 1993, album pertama mereka sebagai band indies, yang bertajuk DUNE dirilis dan meraih kesuksesan. Album tersebut berhasil meraih posisi puncak di Oricon Indies Chart (Tangga Lagu Terpopuler di Jepang) pada bulan Mei, dan hanya dalam tempo 3 bulan berhasil terjual sebanyak 20.000 keping CD. Hal tersebut membukakan kesempatan bagi mereka untuk tampil di dalam konser band-band indies “Karei naru masho” yang diadakan di Shibuya Kokaido, yang ketika itu disaksikan oleh sekitar 2000 penonton. Maka popularitas L’Arc~en~Ciel mulai berkembang tidak hanya di Osaka, namun sudah mulai merambah ke Tokyo. Dan pada bulan September 1993 mereka pindah ke Tokyo untuk meningkatkan karier mereka (meskipun Hyde tidak terlalu menyukai gagasan pindah ke Ibukota Jepang tersebut).

Album

Album Sampul Judul Track lagu (contoh) Tanggal rilis
1 Dune.jpg DUNE [Limited Edition] Shutting from the Sky
Voice
Taste of Love
Ushinawareta Nagame (失われた眺め)
Floods of Tears
10 April 1993
2 Tierra-L'Arc-.jpg Tierra In the Air
All Dead
Blame
Hitomi ni Utsuru Mono (瞳に映るもの)
Blurry Eyes
14 Juli 1994
3 Heavenly.jpg Heavenly Still I'm with You
Vivid Color
C'est la Vie
1 September 1995
4 True-L'Arc-.jpg True Fare Well
Kaze ni Kienaide (風にきえないで )
Flower
I Wish
12 Desember 1996
5 HEART.jpg Heart Winter Fall
Shout at the Devil
Milky Way
Anata(あなた)
25 Februari 1998
6 Ark-L'arc-.jpg Ark Forbidden Lover
Heaven's Drive
Driver’s High
Shinjitsu to Gensou To (真実と幻想と)
1 Juli 1999
7 Ray-L'arc-.jpg Ray Shi no Hai (死の灰)
It's the End
Sell my Soul
L'Heure
1 Juli 1999
8 REAL.jpg Real Get out from the Shell
Dive To Blue
Route 666
All Year Around Falling in Love
30 Agustus 2000
9 SMILE-L'arc-.jpg Smile Ready Steady Go
Lover Boy
Feeling Fine
Hitomi no Jyuunin
31 Maret 2004
10 AWAKE.jpg Awake New World
Jojoushi (叙情詩)
Jiyuu e no Shoutai (自由への招待)
Twinkle Twinkle
Killing Me
22 Juni 2005
11 Kiss cover larc-en-ciel.jpg Kiss Seventh Heaven
Link
My heart draws a dream
Daysbreak Bell
Hurry Xmas />Yuki no Ashiato
21 November 2007
12
Bless Bless 27 Januari 2010

Real

Tahun 2000 mereka awali dengan merilis double maxi single Neo Universe/finale pada tanggal 19 Januari, disusul kemudian Stay Away. Tanggal 20 Juni, album ECTOMORPHED WORK dirilis. Album tersebut berisikan beberapa lagu L’Arc~en~Ciel sebelumnya yang telah di-remix oleh Yukihiro (sangat menarik!) dan album selanjutnya REAL pada tanggal 20 Agustus 2000.
Tur konser Realive digelar dari bulan Oktober hingga Desember yang terbagi dalam dua sesi, yang pertama Realive Club Circuit 2000 dan yang kedua Realive Dome Tour 2000. Bedanya, pada sesi yang pertama, konser diadakan di tempat-tempat semacam klub yang hanya mampu menampung sedikit audiens dengan panggung yang relatif kecil. Sedangkan pada sesi kedua, layaknya konser-konser L’Arc~en~Ciel terdahulu, dengan penonton yang banyak dan panggung yang besar.

Memasuki tahun 2001, mereka merilis album Clicked Singles Best 13th pada tanggal 14 Maret yang merupakan kumpulan lagu-lagu terbaik L’Arc~en~Ciel berdasarkan hasil pemungutan suara (voting) yang dilakukan oleh jutaan fansnya di seluruh penjuru dunia melalui internet, plus satu single baru Anemone. Dan yang terakhir di tahun tersebut adalah peluncuran single mereka Spirit Dreams Inside (c/w Spirit Dreams Inside-another dream-) pada tanggal 9 Mei 2001 yang juga merupakan soundtrack-nya Final Fantasy The Movie (Spirits Within) dan juga termasuk ke dalam album soundtrack FF The Movie.

Setelah itu mereka mulai sibuk dengan proyek solo masing-masing. Kita dapat melihat karakter musik yang berbeda-beda dari masing-masing personil L’Arc~en~Ciel.

Masuknya Sakura

Tanggal 30 Desember 1992 lagi-lagi L’Arc~en~Ciel harus kehilangan salah satu anggotanya. Pero mengundurkan diri tepat setelah penampilan live mereka di Osaka Music Hall. Maka kemudian Tetsu mulai mencari drummer pengganti, ia lebih memilih untuk mencarinya di Tokyo, toh pada saat itu ia pikir pada akhirnya mereka akan merantau ke Tokyo.

Pada suatu hari ia melihat penampilan Sakura yang langsung menarik perhatiannya. Kemudian Tetsu mencoba mengajaknya bergabung bersama L’Arc~en~Ciel dengan cara mengirimkan demo tape kepada Sakura. Lantas Sakura pun pergi ke Osaka untuk melakukan jam session bersama mereka. Dan setelah itu ia secara resmi bergabung dengan L’Arc~en~Ciel pada 16 Januari 1993.

Solo karier masing-masing personel

Diawali oleh Tetsu yang membentuk band bernama TETSU69, pada tanggal 18 Juli 2001 menelurkan single pertamanya yang berjudul wonderful world (c/w tightrope). Disusul Shinkirou dan Fifteen a Half pada pertengahan tahun 2002. Single terakhirnya sebelum meluncurkan album perdananya yang berjudul Suite November adalah WHITE OUT.

Yukihiro tak mau ketinggalan, bersama band bentukannya Acid Android ia telah merilis dua album, acid android dan fault selain sebuah single yang berjudul ring the noise yang dijadikan soundtrack sebuah Game yang berjudul Devil May Cry.

Hyde, sang vokalis, dianggap sebagai personel Laruku yang paling sukses dalam bersolo karier. Dimulai dengan peluncuran single pertamanya berjudul evergreen, ia kemudian merilis dua single lainnya, yakni angel’s tale dan Shallow Sleep yang selanjutnya dikompilasikan dalam album yang diberi judul Roentgen dan Roentgen~english ensemble~. Belum puas juga, ia kembali melemparkan dua single Hello dan HORIZON berturut-turut pada Juni dan November 2003. Selanjutnya kedua single tersebut dapat kita temukan dalam album kedua Hyde yang berjudul 666. Tak hanya di musik, Hyde pun berhasil merambah layar lebar. Sejauh ini sudah dua judul film ia bintangi, yakni MoonChild dan Kagen no Tsuki~Last Quarter.

Ken yang mulanya adem-adem saja akhirnya tersulut juga untuk melakukan kerja solo. Ia membentuk sebuah band yang dinamakannya Sons of All Pussys atau sering disingkat menjadi S.O.A.P. Yang menarik, dalam band tersebut, Ken kembali reuni-an dengan Sakura, eks-drummer L’Arc~en~Ciel. Bersama S.O.A.P, dari sejak Februari 2002 hingga Juli 2004, ia sudah mengeluarkan tiga mini album, di antaranya GRACE, gimme A guitar, dan high serta sebuah single yang judulnya Paradise.

Memasuki label musik besar

Video single mereka Nemuri Ni Yosete dirilis pada tanggal 1 Juli 1994, menyusul dua minggu kemudian, yakni pada tanggal 14 Juli 1994 album kedua mereka TIERRA yang merupakan album pertama mereka yang berlabel major. Sekaligus juga menjadi hari pertama tur Sense of Time. Pada tanggal 9 September di tahun yang sama, mereka melawat ke Maroko dalam rangka pembuatan video Siesta ~film of dream~, yang merupakan kali pertama bagi mereka bekerja di luar Jepang, tentunya menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi mereka. Film tersebut dirilis pada akhir tahun tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober 1994, single pertama mereka dengan Sony dirilis, dengan judul Blurry Eyes. Lagu ini dijadikan lagu tema untuk salah satu produksi serial animasi Jepang yang berjudul D.N.A^2. Kemudian pada tanggal 1 Desember di tahun tersebut Fans Klub Resmi L’Arc~en~Ciel, “CIEL” didirikan. Lalu pada awal tahun 1995, mereka mengadakan tur khusus bagi para anggota fans klub yang diberi judul Ciel/winter ‘95.

Tanggal 21 Mei 1995 merupakan tanggal di mana single video berjudul and She Said dirilis dan merupakan hari pertama dari rangkaian tur di 19 kota di Jepang yang bertajuk In Club ‘95. Dan pada 6 Juli, single kedua mereka yang berjudul Vivid Colors dirilis. Lagu tersebut menjadi lagu ending Guru Guru 99, dan side B dari lagu tersebut, Brilliant Years dijadikan lagu ending untuk acara “Shin dora” di Nippon-TV (NTV).